Belum lama ini salah satu senior saya di kampus berpulang ke Yang-Maha-Kuasa. Nggak terlalu deket sih, sama beliau. Tapi lumayan akrab. Sering bertegur sapa, bercanda, main ke kosannya juga pernah. Beliau baik dan sering ketawa, walaupun kalau di keramaian lebih banyak diam. Aslinya memang pendiam. Lalu, suatu hari mendadak saja berita itu datang, sementara kami semua tak siap sama sekali..
Bahwasannya ternyata benar jodoh, rezeki dan maut tak ada yang akan tau kapan datangnya. Padahal sebelumnya saya sempat berpikir, bahwa nantinya beliau akan sukses dan menjadi orang yang hebat. Tapi seketika saja Allah bisa mengubah kenyataan. Tanpa menunggu kesiapan, tanpa memberi aba-aba, tanpa ada pertanda...
Sedikit banyak, keseharian saya jadi terpengaruh. Ternyata selama ini saya banyak sekali membuang-buang waktu. Padahal kenyataannya waktu yang saya punya tak pernah saya ketahui. Mungkin saya dan teman-teman lainnya pernah berpikir, waktu kita lama; Kita akan hidup hingga usia senja, dikelilingi anak dan cucu yang hidup berkecukupan karena kita berhasil mendapatkan pekerjaan yang bagus dan pendamping hidup yang sempurna. Kita lupa bahwa waktu kita bisa habis kapan saja. Mungkin hari ini, esok, minggu depan, bulan depan dan seterusnya...
Saya rasa masih belum terlambat bagi kita untuk mulai berubah dari sekarang. Berubah menjadi lebih baik, tentu saja. Lalu berusaha memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk berbuat baik sebanyak-banyaknya, melaksanakan semua rencana-rencana baik tanpa menunda-nunda. Let's be the better version of us, so there will be no regrets if tomorrow doesn't come to us..
See you in the next post.
:')--------
P.S.
----------
Selamat Hari Raya Idul Adha bagi teman-teman yang merayakan. Mohon maaf lahir bathin ya kalau saya ada salah-salah kata atau kalimat atau sikap. Selamat pesta daging. Dijaga makannya, ingat kolesterol :)
Oh iya, Saya udah mulai sembuh sih, tapi belum bisa terlalu aktif di luar rumah. Tapi seenggaknya untuk ngeblog udah bisa dikit-dikit hehe. I miss you all.






