Juni 09, 2011

Yogie And The Shiny Land - Part #3

Hi everyone! Sebelum mulai dengan cerbung Yogie And The Shiny Land saya mau menyampaikan sesuatu dulu nih: MAAF!

     Maaf empat hari terakhir saya tak membalas kunjungan + Komentar teman-teman semua. Tanya kenapa? Hoho. Sejak tanggal 18 Mei lalu saya LIBUR. Yah, walaupun masih ada kegiatan sedikit-sedikit.
Jadi, hari minggu lalu saya pergi untuk do'a bersama (hari ke-7) . Dan karena kebetulan lagi libur, saya rasa tak ada salahnya untuk menginap di rumah tante 2-3 hari lagi. Dan jadilah!

 Tempatnya di kaki gunung merapi, Sumatra barat. That's the point! Saya rasa refreshing sejenak bagus juga buat kesehatan otak. wkwk. Daaan, lari pagi di tempat ini sangat menyenangkan (dan dingin. brr...)

Cukup basa-basinya.
Gak sabar mau baca kan? Hehe.
Here we go!
Masih dimuat di koran yang sama kok. hehe <3

Anyway, untuk yang belum baca edisi sebelumnya, silahkan klik link2 berikut.



( Ringkasan cerita edisi sebelumnya: Yogie mengikuti Gutanana mencari tempat yang lebih aman dari kejaran prajurit Dark Kingdom. Serangan demi serangan berhasil mereka lewati, hingga mereka sampai di Shiny Land, tempat yang membuat Yogie takjub…)

  -----Yogie Series - Part #3 Panik! -----
 Oleh: AuL

          
        “Kereenn!!” Yogie tak tahan diam saja.
            Gutanana mengerutkan dahinya, “Apa itu kereenn, barra?”
            Yogie tertawa. “Bisa dibilang bagus, unik, menarik, luar biasa. Yah, semacam penilaian untuk hal-hal tertentu. Tempat ini misalnya.”
            Gutanana diam saja. Sebentar ia menatap Yogie penuh binar kekaguman. Seulas senyumnya merekah, dari kulitnya yang putih bersih.
            Yogie segera mengalihkan pandangannya. Entah kenapa, wajahnya mendadak terasa panas, dan ia yakin juga bersemu merah! Celakanya, situasi saat itu tak bisa dibilang biasa-biasa saja. Ini terlalu indah, dan agak —ya ampun— romantis!
            Nama Shiny Land barangkali bukan sekedar nama asal jadi, karena tempat itu memang benar berkilauan (shiny). Rumput-rumputnya berkilauan, seakan-akan disetiap ruasanya terdapat embun yang tak pernah mengering. Pohon asing tumbuh di mana-mana, juga tak kalah berkilauan, seolah kulitnya bertabur serpihan berlian. Langitnya tampak lebih cerah, mataharinya lebih terang, dan danau di ujung sana seperti puding melon, bercahaya menghijau karena pantulan bayangan tumbuhan di sekitarnya.
            Ada sebuah tumbuhan yang mencolok di antara yang lainnya, membuat rasa ingin tahu Yogie tak bisa disembunyikan. Ia mendekati tumbuhan itu. Bila matanya tidak salah, apa yang ia lihat tumbuh bergerombol di hadapannya adalah boneka bentuk hati —Simbol ‘LOVE’— dengan warna yang berbeda-beda. Ada yang hijau dan berukuran lebih kecil, ada yang merah, lalu ada yang pink! Jemari yogie terulur, ingin mengusap salah satunya yang berwarna pink dan kelihatan begitu lembut.
            “DHOR!!”

Juni 05, 2011

Say, Ransel..!

(Note: Because backpack is not familiar with my ear, I use "Ransel" word. It has same meaning )

Hi everyone! Before I tell you anything, let me introduce my self first.
My name is Izzue, remember?
Err, I won't tell 'boud me again.
 Some days ago, a bandit named Bang Devlin gave Aul a challenge,
to open Aul's ransel and show what stuff he have inside.
"Okey, gw jadi penasaran apa isi tas si Burung Hantu en' Ayam.
DO IT GAISS!"
 (Glosarium Burung hantu = Owl = Aul )
SOO, in this opportunity I will show you guys all Aul's stuffs in his ransel.
First, you have to know that his taste is tacky. See his ransel style? ckck

I prefer love Dora's Ransel. It is so fashionable, you know.
And, it can save everything in it without increase the weight. Idiot Aul must buy a ransel like hers.

Hmm... I think it's better if I move the stuffs first.
And I'll explain 'em one by one.

JRENG-JRENG...!! This is it! Huahaha...
The idiot Aul carried this stuffs and stationery everyday.
Look at the colors! Aul loves green and brown!! Disgusting! Isn't pink or purple better?

It's not a chocolate, anyway. It's a pensil box.
He also have some stationery like glue, paperclips, scissors etc.

Besides an idiot, Aul is a childish teen. He save this little animal figures in his ransel.
(He got this from Timezone)

Wallet, Student Card, Insurance Card, Member items.
Oh ya, he also save a Malaysian money (5 RM), and some dandelion seeds.

He said, "No music no life". So that he also carry his mobile and earphone.
And his bussines on internet ask him for always carrying his flashdisk too.
more idiot thing: He called his phone "Cobbie-kun" and his flashdisk "Toshi buu-kun.
(His laptop: Toshibii-kun)

Aul is an idiot, and careless. He forgot he have some money inside the ransel.
Lucky! I got it! Huahaha...

He loves to collect straps (gantungan kunci). These are from many places like Harau Valley, Pariaman City, Padang City, Semarang City, and other countries including malaysia and Singapore.
Well, these accesories are not inside the ransel. Aul uses the different straps every momments.

We will find novel, comik and a little note book here. He always bring it for solving bored-problem.
Sometimes, he also bring his watch, bracelets, Almatsurat and passeo tissue.

 AuL : "WHAT THE.....!!!???"


AuL : "IZZZZUUUUUEEEEEEEE.......!!! HOW DARE YOU!!!"
Izzue: KYAAAA...!! Sick Aul!! Arghh!! it's hurt! it's hurt!

Er... I think that're all for now.
See-yaa in  the next Cutie Beautie Izzue's Story! Happy Weekend everyone!

Fin

Today's Quote:
"Don't disturb other's stuffs, unless they're 7 milles far from you" -AuL-


P.S.
Yesterday I met Awin from http://Alivia-awin.blogspot.com Actually we meet once per month, coz we're in the same Writer Of Newspaper Organization (and in the same Redaction too). But, yesterday was the first time we met in blogger atmosphere. She asked me for helping her template problem. And after that, she bought me Collonel Sundae ice cream at KFC. yay! Thankies so much, Awin :D

It's fun when we meet our blogger neighbor :)

Juni 01, 2011

Sayap-Sayap Peri

Long time no write poems (puisi).
Since last April right? Sooo, I think it's better if i post some (or one) now in this my home sweet home.
Enjoy! :)


Sayap-Sayap Peri

       Waktu itu kau dan senyummu menceritakan aku sebuah dongeng tentang sayap-sayap peri yang berkilauan yang mengepak-ngepak bersama kebahagiaan di setiap pendar cahayanya. Lalu kau membual tentang sayap-sayap yang sama padaku -- di punggungku yang mungil ; Membuatku tertawa bahagia bersama angin senja kala burung-burung kenari pulang ke sarang membawa biji di paruhnya untuk telur-telurnya yang esok menetas.

      Kau bilang padaku, saat aku mengepak terbang rendah di atas rumpun-rumpun dandelion aku menerbangkan parasut-parasut mereka ke udara. Kau pun bilang setiap kepakan ku membuat padang rumput yang kulewati berkilau juga, membuat belalang dan kunang-kunang kehilangan pesona yang telah mereka tebarkan di setiap lembar dedaunan dan ujung-ujung dahan kering kerontang semenjak pagi masih buta. Aku tak yakin, sedikitpun.
      Bilamana jemarimu mengusap punggungku penuh kasih oh ibu, kehangatan menjalar-jalar liar serasa setiap jejak jemarimu terbakar, dan aku merasa benar-benar akan mencuat sepasang sayap peri di punggungku, dan mengepak-ngepak seperti ceritamu kala itu. Apakah benar kan kudapat sayap-sayap peri itu? Ataukah itu hanya sayang yang kau buang di telingaku untuk mengantarku tidur dan berlari-lari segera ke dalam mimpi-mimpiku?

Padang, June 1st 2011