Januari 07, 2010

Pengungsian Para Hantu



Judul Novel : The Haunting Of Hiram
Pengarang   : Eva Ibbotson
Tebal          : 224 halaman
Penerbit      : PT Gramedia Pustaka Utama

          Novel ini dimulai dengan permasalahan yang dialami oleh Alex ( Alexander Robert Hamilton MacBuff ), anak lelaki yatim piatu berusia dua belas tahun yang mewarisi Carra, sebuah kastil kuno Skotlandia yang dimiliki keluarganya secara turun-temurun, harus terpaksa menjual kastil tersebut karena ia tak mampu merawatnya. Harapannya, orang yang akan membeli Carra bisa merawat Carra sehingga tidak akan rusak karena usianya yang sudah berats-ratus tahun.

           Namun sayangnya, Mr. Hiram C. Hopgood, jutawan Amerika yang mau membeli Kastil itu mengajukan satu syarat : Kastil itu tidak berhantu.

          Alex kebingungan. Bukanlah karena harga tinggi yang ditawarkan Mr. Hiram, namun karena Carra dipenuhi hantu sejak beratus-ratus tahun lalu. Ada Krok Si pejuang Viking, Miss Spinks dengan kegilaan airnya, Flossie si poltergeist cilik, Stanislaus si vampir tua tak bergigi, dan anjing neraka hitam bertubuh super panjang, Cyril. Bagi Alex, hantu-hantu ini sudah seperti orangtua, teman sepermainan, dan kakek. Tegakah Anton mengusir para hantu dari Carra, rumah mereka sendiri.

          Novel ini sangat bagus, terutama bagi penggemar cerita fantasi. Bukan karena berasal dari luar negri. Bukan juga karena penulisnya Eva Ibbotson, penulis novel anak terkenal di dunia. Tapi karena isi ceritanya yang belum pernah dicetak di buku manapun, Pengkarakteran untuk tokoh-tokohnya juga sangat unik, dan yang tak kalah penting ialah kesegaran dan sedikit humor di dalamnya membuat novel ini menjadi semakin menarik.

          Yang mungkin membuat novel ini agak kurang diminati ialah karena bahasanya sedikit kaku, dikarenakan terjemahan dari bahasa aslinya yang bukan bahasa indonesia. Namun itu semua tak membuat novel ini kehilangan keistimewaannya.

P.S.
Bagi pembaca yang mau novel ini bisa dicari di toko atau kios-kios buku ( Saya mendapatkannya di Kota Padang Panjang dengan harga yang terjangkau), karena sepertinya tidak disediakan dalam bentuk e-book.

Januari 04, 2010

Aul : Terharu!!




Aslm....

Hi all...
Aul wanna back...

Sbenarnya lagi gak ada ide mau posting apa...
Tapi setelah buka blog Riyan, teman kecil saya...
Aduhhh...

Gak tahan mau posting!!!!
Kenapa....??
Baca aja ini, atau ini, Atau ini, Atau yang mana aja deh, yang penting ini!!


hoho...
Udah baca puisi Aul tentang "Mendung Itu Haru" ...??
Ha, bicara soal Haru, setelah baca Puisi ini dari Sahabat Kecilku ini..
Saya benar-benar terharuu....

huahua.....

Maaf Ya Yan, bang gak sempat SMS... Hape bang si Hippy (Hitam dan putih - Casingnya...) Batrainya abiss... casannya rusak, makanya gak bisa ngecass...

Tapi lewat ini aja deh, kasih taunya....
Okee...

Aslm..

Aul cool reported

Januari 01, 2010

Mendung Itu Haru



Aslm...
Aul, mempersembahkan Sebuah puisi berjudul :

                                  Mendung Itu Haru



Uhh....
Si bundar cerah mengeluh...
Hamparan biru nan tengah dinaunginya....
Sekejap lenyap terhalang mendung...

Uhhh....
Hamparan biru mengeluh...
Si bundar cerah yang menaunginya...
Sekejap lenyap terhalang mendung...

Grrr....
Burung-burung marah...
Kumbang-kumbang murka...
Namun ilalang dan rumput-rumput mungil tersenyum riang....

Kau tersenyum...?
Tidakkah kau benci mendung itu...?
Tidakkah ia menghalangi mataharimu...?
Ilalang dan rumput-rumput mungil diam...
 Dan pohon-pohon berlumut menjawab pertanyaan mereka....

Mendung itu haru...
Haru akan ilalang dan rumput, yang telah kering dan kaku...
Haru akan aku, yang mulai layu dan mengugurkan daun-daunku...
Ia terharu dan ingin segera menangis...


Ssssshhhh....
Dan mendung mengalirkan butiran bening dari matanya....


Bumi terbasahi...
ilalang dan rumput-rumput mungil segar kembali...
Pohon-pohon berlumut segar kembali...
Dan mendung menghilang, meninggalkan kebahagiaan...
Bagi ilalang, rumput-rumput mungil dan pohon-pohon berlumut...

Tapi ia tetap tak membuat kami bahagia...!
Si bundar cerah dan hamparan biru mengeluh...
Pohon-pohon berlumut tersenyum dan menunjuk kehadapan mereka...
Bisakah itu membahagiakan kalian...?

Si bundar cerah ternganga...
Hamparan biru terperangah...
Tiba-tiba kilauan cahaya si kuning cerah membias...
Meninggalkan jejak penuh warna di hamparan biru...



Ya... Kami bahagia...
Si bundar cerah dan hamparan biru ceria...
Uhm... semuanya bahagia?

Dan semuanya memang merasa bahagia...

Suatu saat...
Jika kau lihat mendung melayang di atasmu...
Jangan mengeluh, jangan marah, jangan murka...
Karna...
Mendung itu haru...