Juni 19, 2010

Kepak Sayap Sebelah

Sebuah Puisi berjudul:
Kepak Sayap Sebelah

Mendukalah jiwa...
Memustuslah asa...
Terbaring di rumput-rumput kering...
Menatap wajah mentari nan menguning...
Tiada hasrat untuk terbang tinggi...
Atau sekedar berdiri...


Membekulah kata...
Meneriakkan pedih dengan bola mata...
Hanya terbaring di rumput-rumput kering...
Menatap wajah mentari nan menguning...
Tiada kuasa memaki...
Atau sekedar mencaci...


Hanya di tanah, terkulai...
Laksana seonggok bangkai...
Aku penat, mengepak sayap...
Dengan pandangan gelap...
Aku terhempas, terjatuh, tak sanggup berdiri...
Siapa yang sudi mengangkat, atau mengulurkan jemari?


Sayap ku patah, sebelah...
Tubuhku lelah, tergeletak di tanah...
Hanya terbaring di rumput-rumput kering...
Menatap wajah mentari nan menguning...
Tak perlu aku harap lagi terbang ke langit nan cerah...
Aku hanya akan jatuh lagi, ke bawah...


Bangkit, wahai pengarung langit...
Sekawanan burung mencicit...
Bangkit, wahai penerbang perkasa...
Sejumput rumput mendesahkan kata...
Bangkit, wahai ksatria berlumur darah...
Terbang! Kepak sayap sebelah...



Menggumpal lah hasrat...
Mengumpul lah semangat...
PLAK! PLAK! PLAK!
Ku coba mengepak...
Tak kusangka, Aku terbang walau rendah...
Walau hanya dengan sayap sebelah...




P.S.
[Serius! untuk puisi yang satu ini nyari gambarnya susah mintak ampun!!]
[Jadi maaf ya, readers. kalo gambarnya kurang memuaskan  ~writer, Aul~ ]

This Week... :p

Aslm...

~Haha...~
long time no write journal ( =diary)...
Absolutely everybody wait for my journal, right?
[emang penting ya?]

Juni 15, 2010

Dera, Desah Dan Deru

Aslm.

Sebuah Puisi berjudul:
Dera, Desah Dan Deru


Termenung aku merenung...
Dera masalah tiada ujung...
Terbuai aku dibelai...
Desah syahdu semilir pantai...
Tersipu aku malu...
Deru puji berpagut rayu...



Bahkan riak-riak merusak...
Bahkan buih-buih memutih...
Bahkan deras-deras menghempas..
Bahkan sayup-sayup bertiup...
Tak dapat menimbun lubang meluka...
Tak dapat menambal lubang melara...


Perihnya cinta, kala didera murka...
Pedihnya rindu, kala didera waktu...
Sejuknya cinta, kala mendesah rasa...
Segarnya rindu, kala mendesah haru...
Beningnya cinta, kala menderu rona...
Busuknya rindu, kala menderu nafsu...



Antara murka dan waktu nan mendera...
Adakah mesra melentera...?
Antara rasa dan haru nan mendesah...
Adakah gundah meresah...?
Antara rona dan nafsu nan menderu...
Adakah pilu menggebu...?


Jangan renung kemelut tiada ujung...
Karena dera menampung bingung...
Jangan buai dibelai semilir pantai...
Karena desah menuai badai...
Jangan malu dipagut rayu...
Karena deru mengharu biru...
 Padamu...