May 10, 2011

Yogie And The Shiny Land - Part #1

Morning muggles! :)
Hehe. Honestly, I'm not too interested to newspaper. But I must, if my story has been published there :)
Ya, saya gak begitu suka baca koran saudara-saudara. Soalnya berita atau tulisan yang muncul di sana, kebanyakan kriminalitas atau politik —well, I hate politics— yang seringkali membuat sakit hati. Minimal miris lah.

So, saya suka baca yang ringan dan bisa bikin senang aja. Komik, novel, ebook, juga blog-blog!

Tapi ya, kalau tulisan saya dimuat, saya terpaksa baca koran juga. [Belagu banget Lo, Aul..!] *peace

Masih di koran kesayangan saya, Harian Singgaang terbit dan beredar di Sumatera Barat.
Thanks's so much, Singgalang!

Pose baca koran. ckckck...

This is it! Yogie And The Shiny Land by AuL :)

Mau baca...? Mau baca...?
Hehe... Oke!
So. Ready for my latest Story...?



-----Yogie Series - Part #1 Bingung! -----




Yogie terbangun. Cahaya matahari menyilau, membuatnya mengerjapkan mata. Sekali-dua kali-tiga kali. Dan apa yang ia lihat di hadapannya tak bisa ia percaya. Ia coba mencubit pipinya. Sekali-dua kali-tiga kali. Hingga pipinya memerah. Dan yang ia lihat di hadapannya belum juga hilang.

            Ini bukan kamarnya! Kamarnya hanyalah sebuah ruangan kecil dengan satu tempat tidur dan sedikit barang-barang : lemari penuh baju-baju dan celana keren, meja belajar yang di atasnya ensiklopedia, kamus, komputer, kamera dan mini DVD. Di kamarnya juga ada meja dengan laci penuh mainan. Ketapel, teropong, tambang, kaca pembesar, gas tidur, kotak P3K, kotak bahan-bahan kimia dan sebuah buku catatan. Yogie memang gemar film, game berikut pernak-pernik yang berbau RPG atau petualangan.
            Dan yang ia lihat sekarang adalah sebuah ruangan tua yang penuh debu. Seperti bangunan tua di zaman perang. Dinding-dindingnya terlihat begitu lapuk, penuh retakan dan berlumut. Tidak ada benda apapun di ruangan itu selain sebuah meja yang juga terlihat sangat rapuh dan kuno.

            “Krriiiietttt…”
            Terdengar bunyi berderit – Seperti pintu yang berkarat, yang dibuka setelah ratusan tahun – menggema di seluruh ruangan. Bulu kuduk Yogie berdiri. Di tempat yang sungguh asing ini, siapa yang mungkin tidak asing baginya? Secara spontan ia pun bersembunyi di belakang meja.

            “Tap… tap…”
            Terdengar suara langkah, mendekat. Sebentar hening, tak ada tanda-tanda apapun yang terdengar. Namun akhirnya langkah-langkah itu terdengar menjauh. Menyisakan kelegaan di dada Yogie, yang tadi sempat sesak karena debaran tak karuan.

            Ya ampun! Di mana ia sekarang? Yogie bertanya dalam hatinya, bingung. Sambil memejamkan mata, ia mencoba mengingat, bagaimana ia bisa berada di sini. Dan detik selanjutnya, ia terkejut. Ia tak ingat apapun selain namanya dan kamarnya! Aduhh… ini apa-apaan?

            Segera, ia berdiri. Dengan sedikit harapan, berjalan mondar-mandir mencoba mengingat segalanya. Segalanya! Keluarganya, rumahnya, dan... Jantung Yogie berdebar keras. Ia ingat dua hal lagi selain namanya dan kamarnya: Ciara! Gadis centil dan angkuh yang ia sukai! Dan ia juga ingat Hanna, sahabatnya!

            Well, kau memang tak bisa melupakan seseorang yang kau suka. Kau mungkin akan mengingatnya sepanjang waktu. Dari bangun pagi, hingga malam hari, dalam mimpi, hingga pagi lagi. Sayangnya, hal itu tak dibutuhkan Yogie sekarang. Ia ingin mengingat hal-hal lain yang lebih berguna. Bagaimana bisa ia tba-tiba berada di sini? Dan… dimana ini…?

            “GRUMMPI…. GRUMPIII…!!!”
            Tiba-tiba seekor hewan melompat-lompat, masuk dari liang pintu yang sedikit terbuka. Yogie yakin, hewan yang kini melompat-lompat kegirangan di hadapannya bukan kelinci atau kangguru. Ini adalah hewan yang belum pernah ia lihat sebelumnya!

            Hewan yang cantik. Ukurannya tak lebih besar dari seekor kelinci. Bulunya sebiru langit sore, kelihatan sangat lembut – seperti bulu rubah salju, atau bulu-bulu sintesis yang dikenakan wanita-wanita kaya eropa di leher mereka – dan terang tertimpa cahaya. Sesuatu yang menurut Yogie adalah sepasang telinga, bergelung dan melengkung indah ke atas kepalanya. Benda berkilauan seperti berlian menghiasi dahi dan ekornya. Hewan ini agaknya tidak memiliki kaki, karena ia melompat-lompat dan bergerak ke sana-kemari dengan ekor spiralnya. Dan sebelum Yogie membelainya, ia baru sadar hewan ini juga memiliki sepasang sayap kecil.

            “GRUMMPI…. GRUMPIII…!!!”
            Hewan itu bersuara sambil memejamkan mata. Kelihatannya ia senang saat Yogie membelai kepalanya. Aneh sekali hewan ini, pikir Yogie takjub. Seumur hidupnya, baru pertama kali ia melihat makhluk seperti ini. Tentunya ini makhluk langka bukan?

            “Siapa Kamu, barraa!!”

            Tiba-tiba sebuah suara menyusul langkah-langkah kaki mendekat. Pintu terkuak dengan derit yang memilukan. Seorang gadis muncul, menatap Yogie penuh curiga. Ia mengenakan pakaian yang sungguh aneh – Seperti pakaian para dewi di buku-buku cerita tentang mitologi yunani – berwarna hijau keemasan. Rambutnya dihiasi batu zamrud yang dililit tanaman sulur. Tangannya menggenggam panah hijau tua, dan di belakangnya melompat-lompat seekor hewan yang mirip dengan makhluk biru yang baru saja ditemukan Yogie. Namun, yang berada bersama gadis itu berwarna coklat muda. Seperti warna hamster.

            “Aku… aku… Yogie.”
            Yogie mengamati gadis yang berdiri tak jauh darinya. Seketika, terkejutlah ia. Gadis itu mirip sekali dengan Hanna!
            “Ha… Hanna…??” Yogie mencoba memanggil.

            Gadis itu melepas sebuah anak panah, ke arah lengan Yogie. Untung saja, makhluk biru yang duduk bersamanya menubruk tubuhnya ke lantai, membuat anak panah yang tertuju padanya meleset menghantam dinding.

            “Heii…! Aku bukan orang jahaat!!” Teriak Yogie dengan nafas tersengal. Nyaris saja lengannya terluka. Gadis di hadapannya tenyata bukan Hanna. Hanya mirip.
            “Sepertinya begitu, barra. Mustahil seekor Grumpie mendekati orang yang jahat, barra,” Ujarnya.
            “Grumpie…?” Yogie kebingungan. “Maksudmu makhluk ini?” Yogie menunjuk makhluk biru yang kini duduk di pangkuannya.

            Gadis itu diam saja. Ia mengamati Yogie dengan seksama. Sejenak disimpannya panah di tangannya ke dalam sebuah keranjang yang penuh dengan buah stroberi. Dan ia menghampiri Yogie.
            “Kau pasti bukan penghuni Shiny Land, barra! Hanya orang asing yang tidak tahu Grumpie, barra! Darimana kau datang, barra?”
            Yogie menunduk, “Aku tidak ingat apapun…”

            Gadis itu semakin mendekat. Ia mengulurkan telunjuknya, menyentuh kepala Yogie. “Kau tidak bohong, barra!” Ujarnya. “Ayo, ikut aku, barra!”
            “Kemana?”
            “Yang pasti kita tak bisa di sini, barra! Aku takut akan datang….”

            “DHHUUAARRR!!!!”

            Tiba-tiba sebuah ledakan menghancurkan dinding di belakang gadis itu, membuatnya terpental ke arah Yogie. Ledakan demi ledakan akhirnya datang, menghancurkan satu demi satu dinding yang ada.

            “Ada apa ini…?” Pekik Yogie, Panik.
(Bersambung)

P.S.
Sebelumnya, mau cerita dikit nih. Jadi, pas buka email majalah online saya AOmagz Saya kaget. Ternyata ada yang ngirim cerpen!
Waah, thanks so much to Chacan Grace yang sudah rela tulisan kerennya muncul di majalah butut saya. hehe. Senangnyaaaa...!!
Begini nih, tampilannya. Judul cerpennya Chacan itu "Tetaplah bersinar". Yang mau baca langsung aja kunjungi AOmagz! saya gak post di sini. hehe :)

Buat yang lain, yang mau tulisannya dimuat di AOmagz jangan ragu-ragu!
Langsung saja kirim tulisan anda ke AOmagz@gmail.com!
Ditunggu! :)

28 comments:

  1. wew ... baca korannya belaga banget hhehhe

    keren keren keren. si Grumpie-nya agak mirip hasil perkawinan mokona dan koala dengan hantu jin, cute deh.
    si gadis selalu pake akhiran barra ya, seperti dattebayou-nya Naruto dan Wilhelmina
    nice keren d(>_<)b

    ReplyDelete
  2. Lanjut, lanjuttt :D

    ditunggu kelanjutannya ya omm, posting disini lagi yow ^,^b

    ReplyDelete
  3. @Fiction's wolrd:

    Makasih kakaaak!! :)

    ReplyDelete
  4. @Dinda rahmawulan:

    Makasih banyaak :))

    tapi...

    Om...??

    gak sopan.
    Aul masih 17 tahun tau...
    -_-

    ReplyDelete
  5. siip.. promosi koran juga yang udah membesarkan nama Aul. haha.. sering banget kan tulisan kamu dimuat di koran itu?.

    Yogies Series #1-nya keren,, imajinatif, seru.. ditunggu kisah keduanya.

    apakah Yogie akan diusir dari Shiny Land?.. apakah Grumpie bersahabat dengan Yogie?..

    jreng-jreeng... bersambung di episode selanjutnya *mirip sinetron

    ReplyDelete
  6. @gaphe:

    Makasih aja gak cukup buat bang yoga...

    Kedatanganmu selalu kutunggu bang :)
    #gombal

    MAKASI BANYAAAK!! :)

    ReplyDelete
  7. Penasaran sama hewan tersebut..apakah ia mirip sama Marsupilami yang melompat dg ekor nya?
    atau seperti hewan nya avatar??

    ReplyDelete
  8. hebat nih buat majalah online..keren deh

    ReplyDelete
  9. numpang nunggu kelanjutannya, ah... :)

    ReplyDelete
  10. Bagus bro, ditunggu kelanjutannya...

    ReplyDelete
  11. prestasi tersendiri tju kalo karya kita n blognya ampe masuk koran..keren kang aul..:D

    kisah yoginya di tunggu terusannya

    ps : yogi kaya nama kura2 saya..hehehe

    ReplyDelete
  12. waaa senangnya kalo karya kita dapet apresiasi kayak gitu. keren auul :D

    pengen baca lanjutan ceritanya tapiiiiiiiii >.<

    ReplyDelete
  13. @taman sambas:

    Waah!!
    makasih apresiasinya! :)

    Hmm... kebetulan Aul udah coba bikin ilustrasinya sih...

    walaupun gak mirip2 amat sama deskripsinya, tapi lumayan lah..
    hehe...

    Makasih udah datang ya :)

    ReplyDelete
  14. @Sang cerpenis bercerita:

    makasih kakaak!!
    hehe. Ah, aku belum apa-apa kok..

    jd malu nih...

    kan kaka yg lebih senior...
    lebih hebat doong..??

    :)

    ReplyDelete
  15. @Bang Adhi Glory:

    Makasih baaang! :)

    ReplyDelete
  16. @bang Ellious g:

    Makasih!
    Makasih!!

    waaa
    :)

    ReplyDelete
  17. @Bang Todi:

    Makasih baang! :)

    Oh ya...?
    waah, pasti kura2nya ganteng kayak Aul tuh...

    *PLAKK

    ReplyDelete
  18. @Kak Pungky:

    makasih kakaaak!
    Tungua aja :)

    ReplyDelete
  19. @kak chika:

    Makasih kakaaak :))

    ReplyDelete
  20. wah ayo bang terbitin aja cerpen2nya abang jadi buku gituu

    ReplyDelete
  21. @Rizkimufty:

    Malu ah.
    ini masih jelek banget kan.
    belum layak dibukuin :))

    ReplyDelete
  22. modelmembaca koran yang bagus...hehehehe..,salam kenal dari hany.,,

    ReplyDelete

Thanks for dropping by!
Leave some comments here if you want. Use your gmail or blogger or google account to comment. If you do not have one, choose Name/URL.

For private comments or questions just shot me email to Aulhowler@yahoo.com

Thank you :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...