April 01, 2017

Saatnya Mengaku



Oke, Aku nggak tau harus mulai dari mana. Mungkin ini akan jadi tulisan yang agak memalukan. Tapi berbagi sepertinya akan meringankan segala beban pikiran di kepalaku. Sharing is healing, said wiseman. Jadi daripada memendamnya sendiri, maka aku rasa tak ada salahnya berbagi di sini. Mengaku, tepatnya. Karena ini berhubungan dengan apa yang seharusnya tidak aku lakukan tapi telah kulakukan. Karena ini berkaitan dengan apa yang seharusnya tidak terjadi tetapi tekah terlanjur terjadi. Well, yeah. Aku jatuh cinta, pada pacarku. Pada dosen ku sendiri. Pada seorang wanita yang sudah memiliki suami dan dua anak.

Katakanlah aku lelaki brengsek perusak rumah tangga orang. Katakanlah aku bajingan bejat. Tapi cinta tak pernah memilih, kan? Semuanya terjadi secara alami. Bukan salah ku bila kami saling jatuh cinta. Bukan salah ku bila ia jadi sering bertengkar dengan suaminya karena ketahuan sering bepergian tanpa sepengetahuan dan seizinnya. Bukan salahku. Semuanya sudah ditakdirkan. Lalu kenapa sekarang ia menyalahkan aku seolah aku yang mengacaukan semuanya?

Ini semua takdir! 
Menyalahkan aku atas segalanya berarti dia menyalahkan takdir!

Asal tahu saja. Bukan aku yang memulai. Aku hanya mahasiswa biasa yang tak pernah jauh dari kuliah dan tugas-tugas. Aku hanya bocah yang masih dikirimi uang oleh orangtuaku dari kampung. Aku bukan junkie yang nongkrong di warung-warung. Aku bukan preman yang duduk-duduk di persimpangan jalan. Aku anak baik-baik. Hidupku datar dan hambar. Hidupku terlalu biasa. Lalu dia datang dalam kehidupanku seperti hujan di tanah gersang, sebagai seorang dosen. Dosen yang cantik, baik hati, dan penuh kasih sayang. Lalu aku merasakannya. Perhatian khusus yang ia berikan padaku. Terutama saat-saat aku mendatangi ruangan nya untuk konsultasi. Hingga akhirnya ia menyatakan cintanya padaku. Lihat kan, ia yang memulai.

Bukan salahku bila akhirnya aku membalas perasaannya. Bukan salahku bila akhirnya aku jatuh cinta padanya. Lantas, kenapa sekarang ia memintaku mengakhirinya begitu saja setelah apa yang sudah kami lewati bersama selama ini? Kenapa ia menyalahkan aku seakan-akan semua ini adalah aib yang seharusnya tidak terjadi? Kenapa ia menjadikan aku sebagai penjahat di antara dia dan suaminya?

Tidak. Tidak.
Ini tak bisa diterima. 

Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya?
Akan ku kemanakan perasaan ini?

Aku yakin ini takdirku. Aku yakin ini juga takdirnya. Aku yakin ini takdir kami. 

Jika nanti seseorang membaca tulisan ini, maka aku mungkin telah di dunia yang berbeda. Bersama nya. Bersama wanita yang kucinta. Sebilah pisau ini rasanya cukup untuk mengakhiri hidupku dan hidupnya, di dunia yang tak lagi bisa kurasakan keindahannya.

Yang tengah bahagia,
Andri


THE END

Sumber gambar : Di sini

32 comments:

  1. Kirain April Mop. Eh ternyata cerpen. Wkwkwk. 😂😂😂 *padahal bisa aja beneran*

    Gak ada yg salah kok kalok mencintai. Hanya saja bila mencintai orang yang telah berkomitmen, lebih baik disimpan dalam hati.

    ReplyDelete
  2. ya ampun kirain Aul jatuh cinta sama dosen beranak dua... #shock

    ReplyDelete
  3. Harusnya ini jadi pengalaman beneran
    Biar ada gregetnya

    ReplyDelete
  4. Udah ngira sih kalau ini cerita fiksi doang.
    lagian mukamu iya nggak goda-able-dosen-banget kok. wqwqwq

    Andri itu nama orang yang bunuh diri live di fb itu bukan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehee indra keenamnya bagus nih mbak nya :3

      Ahahahahah masaaa XD

      Bukan tuhh. ngarang doang aku

      Delete
  5. Ini cerpen ala April mop ya, Aul? Hehehe :D

    ReplyDelete
  6. wakakakakaka ngakak lah Aul.
    Ntaps soulsss

    ReplyDelete
  7. bisa nebak ini fiksi karena ini kan blogazine :p plus aul terlalu ABB anakbaikbaik gak bakalan naksir istri orang
    dedek gemes masih banyak kok

    ReplyDelete
  8. seleranya emak2 yah :D
    eh tapi ini kan cuma fiksi yah

    ReplyDelete
  9. TUH KAN BENER AKU MAH BOONGAN DOANG HIH DADDY!

    ReplyDelete
  10. Yeee aku ketipu sama postingan ini. Kirain beneran -___-

    ReplyDelete
  11. wakakakaka kirain beneran -_-

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/apply-visa-jepang.html

    ReplyDelete
  12. Eh, buset dah. Gw dah serius aja bacanya.

    Keep the good work, aul.

    ReplyDelete

Thanks for dropping by!
Leave some comments here if you want. Use your gmail or blogger or google account to comment. If you do not have one, choose Name/URL.

For private comments or questions just shot me email to Aulhowler@yahoo.com

Thank you :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...